Situs Bersejarah di Makkah Perlu Dilindungi
AP/Amr Nabil

Pemandangan kota suci Makkah.
REPUBLIKA.CO.ID, Makkah lekat dengan
sejarah awal peradaban Islam. Di kota yang terletak di Arab Saudi ini pun
banyak situs dan bangunan yang menjadi saksi bisu perjuangan Islam dan
tokoh-tokoh penting di dalamnya. Situs dan bangunan penuh nilai historis ini,
menurut para ahli, perlu dilindungi.
Dilansir dari laman arabnews, para
ahli sejarah, telah memberikan rekomendasi bagi pemerintah Arab Saudi, untuk
melindungi situs-situs bersejarah dan masjid-masjid di Kota Makkah, karena
besarnya nilai historis Islam didalamnya.
Salah satu ahli dalam bidang
sejarah, Talal Al-Sharif, mengatakan bangunan dan masjid di Makkah sarat dengan
nilai sejarah. “Bangunan tersebut, misalnya rumah Siti Khadijah, istri pertama
Muhammad SAW, dibangun dari zaman dinasti Ummayah,” katanya, Senin (28/10).
Situs rumah Khadijah ini, berada
didekat bukit Marwah, yang biasa ramai dikunjungi oleh jamaah haji dan umrah.
Menurutnya, seharusnya situs ini dilindungi dan dijadikan situs arkeologi,
serta tidak dijadikan tempat biasa lagi. “Seharusnya dibuat pintu masuk khusus
dan diberi nama sebagai rumah Rasulullah,” ujarnya.
Al-Sharif mengatakan perlindungan
yang diberikan pada situs-situs bersejarah ini akan membantu dalam penelitian
tentang sejarah Islam di negara ini. Menurutnya, beberapa ahli sejarah telah
berhasil mengidentifikasi beberapa situs arkeologi utama yang sangat penting di
Makkah.
Beberapa badan lain pun telah
melakukan hal serupa, untuk melindungi situs-situs bersejarah ini, salah
satunya adalah Komisi Pariwisata dan Sejarah Arab Saudi.
Al-Sharif mencontohkan, Masjid Al
Baiah masih bisa berdiri tegak hingga kini dan gayanya seperti menggunakan pada
arsitek di zaman Abu Jaafer Al-Mansour dan Abbasid. Masjid ini direnovasi dan diperluas
pada zaman Mamluk dan zaman kaisar Ottoman. Bangunan seperti ini, perlu
dilindungi, dirawat, dan jangan sampai dibongkar atau dihancurkan hingga tak
berbekas.
Profesor dalam bidang Sejarah Arab,
Fawaz Al-Dahnas, yang juga menjadi kepala musem di Um Al-qura University,
mengatakan Masjid ini memang punya nilai historis yang tinggi.
“Bangsa Yastrib bertemu Rasululah di
Masjid Al- Baiah ini, ketika bangsa Quraish menentangnya,” ujar pria yang juga
menjadi Komite Ahli dalam Situs Sejarah Islam ini.
Menurutnya, posisi Masjid Al Baiah
ini adalah sebagai jembatan bagi hubungan antar suku saat pengenalan Islam
dulu. Letaknya ada di dalam lembah diantara pegunungan-pegunungan, yang dikenal
dengan nama lembah Al Ansar. Masjid ini lekat dengan sejarah yang tak ternilai,
karena menjadi saksi penyebaran Islam.
Kini, pemerintah Arab Saudi
berencana untuk membongkar masjid bersejarah ini. Alasannya adalah untuk
memperluas areal jumrah bagi jamaah haji. Rencana pembongkaran situs bersejarah
ini jelas ditentang oleh para ahli sejarah.
Jika situs-situs bersejarah ini
tidak dilindungi, mungkin nanti anak cucu kita tak lagi bisa melihat dengan
mata kepala sendiri bangunan yang menjadi saksi perjuangan penyebaran Islam.
Hanya bisa menikmati bangunan yang menjadi saksi-saksi bisu sejarah tersebut
dari gambar dan cerita.
Untuk itu, rekomendasi dan suara
yang mendukung agar situs bersejarah seperti ini tidak dihancurkan, diperlukan
untuk kemudian disampaikan pada pihak pemerintah Arab Saudi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar